Selasa, 08 Oktober 2013

solusi tuk Ginjal

Manfaat Propolis untuk Gagal Ginjal

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.


Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.


Penyebab Gagal Ginjal


Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

  • Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
  • Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
  • Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
  • Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
  • Menderita penyakit kanker (cancer)
  • Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.


Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.


Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.
Manfaat Propolis untuk gagal ginjal telah terbukti efektif secara ilmuiah. Prof Dr. Mustofa Mkes Apt dari divisi Bagian Farmakologi & Toksikologi Fakultas Kedokteran UGM Jogjakarta telah melakukan penelitian mengenai hal ini. Beliau menyimpulkan bahwa Propolis mempunayi sifat anti oksidan yang sangat tinggi.

Propolis mempunyai sifat antioksidan yang sangat tinggi karena disebabkan karena Propolis mengandung senyawa aktif flavonoid serta polifenol yang tinggi. Dengan adanya senyawa flavonoid dan polifenol yang tinggi ini, Propolis mampu mencegah radikal bebas untuk merusak sel. Dengan tidak terjadinya perusakan sel oleh radikal bebas, maka sel tubuh akan lebih mudah melakukan regenerasi sel.

Fakta Khasiat Propolis untuk Gagal Ginjal

Seorang anak muda berumur 16 tahun yang bernama Adhitya Tri Wardhana, tiba-tiba merasakan sekujur badannya menjadi kaku dan sangat lemas. Apa yang terjadi ternyata anak tersebut mengalami gangguan fungsi ginjal. Penyakit ini menyebabkan Adhitya harus melakukan cuci darah rutin. Sejak itu, hidup Adhitya tidak bisa lepas dari mengkonsumsi obat-obatan dan mengecek kesehatan sebulan sekali.

Adhitya selalu menggantungkan hidupnya dari konsumsi obat-obat yang harus diminum serta wajib untuk melakukan pengecekan/kontrol dokter minimal sebulan sekali. Dalam kehidupan sehari-haripun, anak ini menjadi tidak dapat melakukan kegiatan apapun yang membutuhkan energi ekstra. Dalam pemilihan makanan, anak ini menjadi harus selektif dalam mengkonsumsi makanannya sehari-hari. Anak ini tidak boleh mengkonsumsi makanan yang kaya dengan protein. Protein adalah salah satu zat yang membuat ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang sisa metabolismenya.

Solusi Propolis untuk Gagal Ginjal

Pada tahun 2007 Adhitya mulai mengkonsumsi propolis untuk mengatasi penyakit gagal ginjalnya. Saran ini datang dari seorang teman ibunya yang bernama Baktiono. Adhitya menuruti saran ibunya untuk selalu rutin mengkonsumsi Propolis tiap sebelum makan. Proses ini dengan telaten dia kerjakan kali setiap hari

Suatu hari Adhitya tercengang ketika melakukan pemeriksaan ginjalnya di rumah sakit. Menurut dokter, hasil cek darah yang sudah dilakukan, memberikan kabar gembira bagi Adhitya. Hasil cek darah dari anak terebut menunjukan adanya penurunan kreatinin hingga menjadi 10 miligram/dl. Dengan hasil ini menunjukan bahwa Adhitya mulai tidak perlu lagi untuk rutin melakukan cuci darah ke rumah sakit.

Setelah beberapa hari kemudian, Adhitya masih tetap telaten mengkonsumsi Propolis dan akhirnya hasil cek darah terakhir menunjukkkan hasil bahwa kadar kreatinin dalam darah Adhitya telah jauh menurun menjadi hanya 4 miligram/dl. Kini kondisi Adhitya sudah jauh lebih baik, lebih berenergi dan lebih fit dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

Dengan penyembuhan Propolis untuk gagal ginjal yang terbukti efektif, kini Adhitya sudah bisa merasakan manfaat propolis sepenuhnya dan tidak lagi perlu melakukan proses cuci darah yang juga memakan biaya yang cukup mahal setiap bulannya.

Dosis Propolis Cair untuk Gagal Ginjal

Untuk melakukan terapi propolis untuk gagal ginjal, Anda bisa melakukan terapi Propolis Cair sebagai berikut ini:

Minum 10 tetes Propolis Cair langsung. Jika terasa tidak nyaman dengan aroma dan rasa Propolis Anda bisa mecampurkannya dengan setengah gelas air hangat, diaduka merata, dan langsung diminum.
Ulangi proses nomor 1 di atas sebanyak 4 kali dalam sehari.
Proses terapi ini sebaiknya dilakukan sebelum makan agar Propolis dapat secara maksimal diserap oleh tubuh.
Lakukan proses terapi ini sampai hasil test urin di laboraturim kembali normal.

Supaya terapi Propolis ini berjalan dengan baik dan memberikan kesembuhan terutama bagi penyakit ginjal yang Anda sedang derita, pastikan Anda menggunakan Propolis yang Asli. Saat ini banyak sekali produk Propolis palsu yang dijual bebas dengan harga murah. Propolis palsu, bukannya memberikan Anda kesehatan, malah merusak kesahatan karena kandungan isi botol “Propolis” yang tidak jelas. Sering kami temui di lapangan, Ada produk Propolis Cair palsu yang ternyata hanya diberikan pewangi dan pewarna yang mirip dengan Propolis Asli. Oleh kerena itu, Anda harus berhati-hati.


Solusi untuk batu ginjal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZSN1YdQr99QKh64Kmwx3PGbk44swhKUXrXndVKMe1VdkeXxSi6ob2-Y7ugr1hXU00XpoZCYFWpXjaEax1UnX6j_USPrLmeRBKFmqxlI2b2uQyMdL2KnaMoe29tHMEFZvmbZcnptPAKpU/s320/anpostpcnl.gif

Batu pada ginjal & saluran kemih adalah benda keras menyerupai batu yang terbentuk di ginjal atau saluran kemih & berasal dari zat yang dibawa urin. Batu ginjal dapat terus berada di dalam ginjal atau keluar & menuju ke saluran kemih. Batu ginjal yang berukuran kecil dapat keluar dari tubuh melalui air seni tanpa menimbulkan rasa sakit yang hebat. Sedangkan batu ginjal yang berukuran lebih besar, dapat tersangkut di kandung kemih ataupun saluran kencing & menimbulkan masalah yang mengganggu. Meskipun batu tersebut dapat dialami oleh pria ataupun wanita, tetapi memang lebih sering terjadi pada pria (hingga 2-3 kali lebih banyak). Menurut dr. Ponco Birowo, SpU, PhD dari RS.Asri, “ Batu saluran kemih dapat disebabkan oleh beberapa hal, tapi biasanya karena konsentrasi urine yang pekat sehingga terjadi pengendapan kristal yang akan terus membesar seiring dengan perjalanan waktu. Faktor lainnya adalah kelainan anatomi dari saluran kemih sehingga aliran urin menjadi tidak lancar & memudahkan untuk terjadinya endapan kristal . “ Prevalensi penderita batu dapat berbeda ditiap negara, seperti misalnya 1 - 5% di Asia, 5 - 9% di Eropa, 13% di Amerika utara, dan 20% di Arab Saudi. Kemudian faktor resiko terjadinya batu adalah jenis kelamin, usia, ras, pekerjaan, lokasi geografi, BMI & cuaca, tambah dr. Ponco Birowo. Hal tersebut mengemuka dalam acara Peluncuran “Asri Urology Center” di RS. Asri, Jakarta pada hari Kamis, 23 Juni 2011 kemarin.

              Gambar contoh letak batu di dalam ginjal dan saluran kemih
Tanda & gejala terjadinya batu di ginjal atau saluran kemih dapat berbeda pada setiap orang. Mulai dari yang tanpa gejala hingga yang berat sekalipun. Tetapi biasanya para penderita batu yang berkonsultasi ke dokter mempunyai keluhan seperti berikut ini :
1. Rasa nyeri pada pinggang
2. Rasa sakit saat berkemih
3. Mual-muntah (kolik)
4. Kencing tidak lancar atau anyang-anyangan
5. Air seni berwarna kecoklatan atau merah

Untuk diagnosa adanya batu dalam ginjal atau saluran kemih sendiri dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, USG, rontgen atau CT Scan. Sedangkan terapi penanganan batu tersebut dapat melalui berbagai cara, dan pemilihan terapinya tergantung dari lokasi batu berada, ukuran dari batu tersebut serta fungsi ginjal dari penderita. Pilihan terapi untuk batu dalam ginjal & saluran kemih adalah dengan cara konservatif, ESWL, PCNL, URS, litotripsi, & operasi terbuka, demikian dikatakan oleh dr. Rochani, SpB, SpU dari RS.Asri.


1. ESWL
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) sendiri adalah salah satu prosedur untuk memecah batu ginjal melalui gelombang kejut. Dengan ESWL, maka batu ginjal & batu saluran kemih dapat dipecahkan menjadi pecahan halus sehingga pecahan batu tersebut dapat keluar bersama dengan air kencing. Oleh karena itu ESWL hanya boleh dilakukan bila penderita mempunyai fungsi ginjal yang normal. Kelebihan dari ESWL adalah, prosedur pemecahan batu ginjal tersebut dilakukan tanpa pembiusan & tanpa luka operasi, sehingga mempunyai angka kesakitan (morbiditas) yang rendah & pasien pun dapat berobat jalan, demikian penjelasan dari Dr. dr. Nur Rasyid, SpU. “Namun ESWL juga mempunyai kekurangan, yaitu hanya bisa dilakukan untuk batu ginjal atau saluran kemih yang berukuran kecil, karena angka bebas batunya lebih rendah dibandingkan dengan PCNL & operasi terbuka bila untuk batu yang berukuran besar. Kemudian selain ukuran batu, angka bebas batunya juga dipengaruhi oleh kekerasan batu, fungsi ginjal & keadaan anatomis ginjal “ tambah Dr.dr. Nur Rasyid.


2. PCNL
Cara lain yang dapat digunakan untuk mengatasi batu pada ginjal atau saluran kemih adalah melalui PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy). PCNL sendiri adalah satu tindakan minimal invasif di bidang urologi yang digunakan untuk mengangkat batu ginjal dengan menggunakan akses perkutan. Tindakan PCNL ini biasanya dilakukan pada batu dengan diameter 2cm & pada batu keras. Pasien yang dilakukan PCNL tidak perlu dilakukan bius umum, tetapi cukup bius separuh badan saja & dengan waktu pembedahan 1-3 jam (tergantung dari ukuran batunya). Prosedur PCNL ini melibatkan fragmentasi langsung dari batu ginjal melalui insisi (sayatan) kecil yang dibuat di pinggang bagian belakang pada posisi ginjal yang terkena dengan suatu alat Nephroscope. Kemudian batu besar akan dihancurkan dnegan semacam logam panjang yang disertai energi ultrasonik atau elektrohidrolik, atau laser litrotriptor agar menjadi serpihan batu. Kateter akan dipasang untuk mengalirkan urine, & pada insisi akan ditempatkan selang yang disebut nephrostomy untuk mengalirkan cairan dari ginjal. Kateter akan dilepaskan dalam waktu 24 jam, sementara nephrostomy akan tetap terpasang selama pasien dirawat di RS, biasanya selama 2-4 hari. Prosedur PCNL ini mempunyai keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan operasi terbuka, karena waktu pemulihan pasien lebih cepat & resiko yang mungkin dialami oleh pasien juga menjadi lebih kecil.

Tetapi tentu saja, semboyan “ mencegah lebih baik daripada mengobati “ sangat berlaku untuk setiap masalah kesehatan, termasuk mengenai masalah batu ginjal atau batu saluran kemih ini. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya batu ginjal/saluran kemih disarankan untuk minum air putih dengan cukup setiap hari supaya urine tidak menjadi terlalu pekat sehingga dapat mengurangi resiko terbentuknya batu. Jumlah air yang disarankan untuk dikonsumsi adalah 2 liter sehingga jumlah produksi urine perhari adalah sekitar 2 liter.


Dosis Propolis Cair untuk Gagal Ginjal
Untuk melakukan terapi propolis untuk batu ginjal, Anda bisa melakukan terapi Propolis Cair sebagai berikut ini:

Minum 20 tetes Propolis Cair langsung. Jika terasa tidak nyaman dengan aroma dan rasa Propolis Anda bisa mecampurkannya dengan setengah gelas air hangat, diaduka merata, dan langsung diminum.
Ulangi proses nomor 1 di atas sebanyak 4 kali dalam sehari.
Proses terapi ini sebaiknya dilakukan sebelum makan agar Propolis dapat secara maksimal diserap oleh tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar