Tumor otak adalah suatu pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam otak yang terdiri atas tumor otak benigna dan maligna. Tumor otak benigna adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas, sedangkan tumor otak maligna adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) keotak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.
Tumor otak dibagi menjadi dua tipe yaitu tumor primer dan sekunder. Tumor primer, yaitu tumor yang berasal dari dalam otak sendiri. Bisa berasal dari astrosit, oligodendrosit, ependimosit, fibroblast arakhnoidal, neuroblas-meduloblas. Sedangkan tumor sekunder, yaitu tumor yang berasal dari karsinoma metastasis yang terjadi di bagian tubuh lainnya, contohnya yang paling sering adalah yang berasal dari tumor paru-paru pada pria dan tumor payudara pada wanita.
KLASIFIKASI
Berdasarkan frekuensi tumor otak adalah sebagai berikut :
Berdasarkan frekuensi tumor otak adalah sebagai berikut :
Glioma 41%
- Astrositoma derajat I 40-50%
- Astrositoma derajat II 5-10%
- Astrositoma derajat III 2-5%
- (glioblastoma multiform) 20-30%
- Medulloblastoma 3-5%
- Oligodendroglioma 1-4%
- Ependimoma derajat I-I 1-3%
- Meningioma 17%
- Adenoma hipofise 13%
- Neurilemmoma/neurofibroma 12%
- Tumor metastasis
- Tumor pembuluh darah
- Malformasi arteriovenosa,
- Hemangioblastoma,
- Endotelioma
Berdasarkan lokasi
- Mengenai lokalisasi tumor otak, dilaporkan bahwa pada orang dewasa kebanyakan di daerah supratentorial, sedangkan pada anak-anak di daerah infratentorial.
- Tumor-tumor metastasis otak kebanyakan berasal dari paru, traktus digestivus, mammae serta ginjal, dimana 70% terletak dihemisfir serebri, sedangkan 30% di serebelum dan 70% multipel.
Berdasarkan Insidensi umur :
- Jenis tumor saraf mempunyai kecenderungan untuk berkembang pada golongan umur tertentu. Tumor primer dari susunan saraf pusat yang berasal dari jaringan embrional banyak dijumpai pada umur di bawah 10 tahun, dan jenis tumor lain berkisar antara umur 20 - 60 tahun. Sedangkan tumor metastasis otak sebagian besar terdapat pada umur 40 - 70 tahun
- Tumor serebelum lebih sering pada anak-anak dari pada orang dewasa. Glioma batang otak, praktisnya di Pons lebih sering dijumpai pada anak-anak.
Berdasarkan pemeriksaan histopatologi tumor, digambarkan sebagai berikut :
- Meduloblastoma, pada dasa warsa I
- Pinealoma dan astrositoma serebelum, pada dasawarsa II
- Glioblastoma, pada dasa warsa V
- Schwannoma, pada dasa warsa V - VI
Berdasarkan Insidensi jenis kelamin :
- Laki- laki, tumor otak yang banyak dijumpai pada laki-laki, yaitu :
- Glioma : astrositoma, glioblastoma dan meduloblastoma
- tumor-tumor di regio pineale
- Tumor pituitari
- Tumor-tumor kongenital
- Kordoma
- Pada wanita
- schwannoma dan meningioma lebih sering dijumpai pada wanita.
Beberapa jenis tumor otak
ASTROSITOMA
- Merupakan tumor SSP otak primer kedua terbanyak setelah glioblastoma.
- Astrositoma serebri dapat terjadi pada semua golongan umur, rata-rata usia 35-40 tahun. Astrositoma yang diferensiasi baik cenderung pada kelompok usia lebih muda, sedang yang anaplastik pada kelompok usia menengah. Predileksi kasus usia dewasa sedikit didominasi oleh laki-laki.
- Patologi anatomi
- Astrositoma fibriler secara makroskopis berupa neoplasma difus, lunak berwarna kelabu putih yang menginfiltrasi luas ke dalam otak, sering mengandung kista kecil. Pada dewasa sering melibatkan hemisfer serebral, pada anak di batang otak. Astrositoma protoplasmic cenderung di korteks, lebih ganas daripada tipe fibriler tapi lebih jinak dari glioblastoma.
- Presentasi klinis-Investigasi diagnostic
- Gejala klinis berupa sakit kepala ipsilateral terhadap tumor dan muntah. Gejala awal tersering yaitu kejang baik umum maupun fokal, akibat insufisiensi aliran darah yang sesaat yang menimbulkan bangkitan elektrik yang berlebihan. Gejala lain yaitu deficit neurologist fokal, seperti parese, gangguan penglihatan, vertigo, disfasia, diplopia, hemianopsia homonimus, gangguan sensorik. Kadang-kadang terdapat gangguan mental dan penurunan kesadaran.
- CT scan memiliki akurasi 100% untuk tumor supratentorial. Grade I menunjukan penurunan densitas, sedikit atau tidak ada edem perifokal. Grade II menunjukkan lesi yang hipodens dibanding sekitarnya, edem lebih menonjol.
- MRI dapat mendeteksi astrositoma yang tidak terdeteksi pada CT scan.
- Penanganan dan hasil terapi
- Tindakan operasi radikal biasanya dilakukan pada tumor di daerah aman (lobus frontal hemisfer non dominant), biopsy lebih baik dilakukan pada daerah yang berbahaya (girus motorik). Angka mortalitas tergantung pada keadaan prabedah pasien, steroid, dan antiedem sebelumnya. Radioterapi memperbaiki harapan hidup penderita. Dosis radiasi antara 4500-6000 rad (whole brain) dengan booster 1000 rad pada tumornya sendiri.
- Tindakan terbaru yaitu dengan radio surgery (gamma knife surgery) bagi tumor astrositoma di daerah sulit (batang otak ) dan tidak bisa dijangkau dengan pisau
- Khasiat Propolis untuk Tumor
Dari beberapa penelitian tentang hubungan Propolis untuk tumor, para ilmuwan telah membuktikan bahwa Propolis memang mengandung senyawa kompleks yang bisa menghambat pertumbuhan sel tumor. Penelitian ini dilakukan di sebuah universitas di Hamburg, Jerman (Universitaets Klinikum Eppendorf), dengan meneliti kesehatan sekelompok orang yang terkena penyakit kanker.
Khasiat Ampuh Propolis untuk Tumor
Propolis teridintifikasi memiliki kandungan Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang sangat tinggi. CAPE berfungsi sebagai anti-kanker dan juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Zat CAPE ini juga sebetulnya ditemukan di berbagai makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Namun, yang menjadi perhatian ilmuwan adalah ternyata Propolis memiliki komposisi CAPE yang jauh lebih banyak dibanding jenis makanan lainnya. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa CAPE terbukti menghambat pertumbuhan tumor dalam tubuh manusia
Solusi Propolis untuk Tumor yang Diderita Manusia
Sala seorang ilmuwan di Brazil baru-baru ini melakukan sejumlah penelitian dan menemukan bahwa Propolis mampu secara efektif membunuh sel kanker yang menggerogoti tubuh seseorang. Secara teknis, Propolis membunuh sel kanker tersebut dengan cara merusak sistem penyediaan makanan bagi sel kanker tersebut. Ketika tidak ada makanan yang menghidupi sel kanker, maka secara otomatis sel kanker tersebut akan dengan sendirinya mati.
Propolis Memperkuat Daya Tahan Tubuh
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Polandia yang bernama Prof. Scheller, menunjukan bahwa, selain Propolis ampuh mengatasi penyakit tumor, Propolis juga bisa memperkuat daya tahan tubuh. Propolis bekerja secara efektif memperkuat pertahan sel tubuh. Sel yang kuat akan bisa menangkis berbagai serangan penyakit dan juga mempertahankan kondisi sel tubuh sehingga bisa menunda penuaan (aging).
Pada umumnya, ketika seseorang sudha mencapai umur 40 tahun, sistem kekebalan tubuh akan relatif menurun. Sehingga, orang-orang tua akan cenderung lebih mudah terserang penyakit. Untungnya, Propolis mempunyai fungsi yang bisa merangsang pertubumbuhan sel tubuh yajng sehat maupun mengobati sel tubuh yang sedang mengalami kerusakan.
Propolis sendiri mengandung beberapa zat penting yang sangat ditubuhkan oleh tubuh manusia. Beberapa zat penting yang terdapat pada manusia antara lain adalah minera, enzim, dan vitamin.
Dosis Propolis untuk Mengatasi Tumor
Untuk melakukan terapi Propolis untuk tumor yang mungkin Anda sedang derita, Anda disarankan menjalankan tahapan sebagai berikut ini:
Minum 10 tetes Propolis sekaligus atau bisa juga dicampur dengan setengah gelas air hangat.
Ulangi proses di atas sebanyak 3 kali. Sehingga Propolis yang dikonsumsi per harinya adalah 30 tetes.
Terapi propolis ini dilakukan setiap kali sebelum makan supaya propolis akan lebih efektif terserap oleh tubuh manusia.
Mulai saat ini juga membiasakan pola makan yang sehat seperti memakan buah dan sayuran berserat lebih banyak.
Rutinkan berolah raga minimal 3 kali dalam satu minggu.
Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, zat pewarna buatan, makanan berminyak,jeroan.
Jauhi asap rokok dan minuman beralkohol.
Kunci sukses kerberhasilan menggunakan terapi propolis untuk tumor adalah konsistensi selalu melakukan terapi. Terapi ini harus selalu tekun dilakukan sampai terlihat adanya kesembuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar